Comments

Monday, October 15, 2012

Lowongan Kerja Banyuwangi, Lowongan di Banyuwangi dan Kemungkinan Penipuan

Posted by at 1:47 AM Read our previous post
Dear LarosPreneurs,

Lowongan kerja di Banyuwangi begitu minim akhir-akhir ini. Tenaga-tenaga muda kita masih saja banyak menghadapi kesulitan mencari lowongan kerja di Banyuwangi. Mereka mencari pekerjaan tersebut hingga ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Beberapa dari mereka harus tinggal menganggur di rumah karena dilarang merantau oleh orang tua, sedangkan di lokasi rumah tidak ada lowongan yang mereka cari.

Koran-koran tempat dimana lowongan-lowongan dipasang, mading Kantor Pos tempat dimana lowongan-lowongan ditempelkan dan kabar berita dari saudara dan teman mereka kumpulkan untuk mendapatkan info kemungkinan adanya lowongan kerja di Banyuwangi.

Hingga kini teknologi internet memberikan kemudahan dalam pencarian lowongan kerja Banyuwangi, mereka pun memanfaat kannya dengan baik. Mereka rutin searching tentang lowongan kerja Banyuwangi untuk mendapatkan lowongan kerja di Banyuwangi.


Namun yang perlu diwaspadai adalah penipuan berkedok "Lowongan kerja di Banyuwangi non sales, staff kantor bagian accounting, administrasi dan manager untuk lulusan SMA". Sangat menggiurkan karena tenaga kerja lulusan SMA bisa saja menjadi manager sebuah perusahaan. Dan tentunya perlu dipertanyakan ulang "Apa mungkin lulusan SMA diserahi tanggung jawab sebagai manager sebuah perusahaan?"

Dan untuk pekerjaan ini, akhirnya kita akan dikenakan biaya (seingat saya dulu) Rp. 240.000 sebagai biaya admisnistrasi atau apa-lah sesuai dengan istilah yang mereka sebutkan.

Penulis sendiri pernah bekerja di sebuah perusahaan di sebuah kawasan industri. Semua staff, bagian Accounting, Administrasi, Purchasing, Marketing dan apalagi Manager haruslah orang-orang yang memiliki latar belakang Sarjanah. Kesarjanahan mereka ini-pun masih belum menjamin mereka akan diterima langsung jika melamar pekerjaan di sana. Masih ada berbagai test yang mengharuskan mereka untuk mendapatkan nilai baik di mata HRD atau Personalia. Tidak semudah itu untuk menjadi staff sebuah perusahaan. Namun yang beginilah yang normal dan beresiko lebih sedikit.

Selain itu, ada ciri-ciri lain dari usaha penipuan jenis ini, yaitu dengan memanfaatkan teknologi mobile/handphone sebagai alat melamar pekerjaan. Misal "Kirimkan sms berisi data diri anda nama, alamat, lulusan dan umur ke nomor 08xxxxxxxxxxx (Bp. Ir. xxxxxxxx)"

Kenapa tidak meminta data pelamar di Cv atau daftar riwayat hidup surat lamaran saja? Kejanggalan seperti ini cenderung terabaikan oleh para pelamar pekerjaan karena terobsesi pada pekerjaan yang dijanjikan.

Penulis sendiri juga pernah merasakan melamar pekerjaan semacam ini. Penulis mengetahui lowongan kerja kala itu dari media koran. Iklan di koran memerintahkan penulis untuk mengirim data diri via sms. Penulis melakukannya. Langsung mendapatkan balasan perintah membawa surat lamaran di alamat yang ditentukan di hari yang telah ditentukan juga menemui Bp Drs. xxxxxxxxx.

Di hari yang ditentukan penulis mendatangi lokasi yang telah diinformasikan sebelumnya. Setelah menunggu giliran, penulis masuk dan duduk di depan meja wawancara kerja. Di ruang itu banyak ternyata juga banyak meja wawancara kerja yang lain. Banyak juga yang melamar kemari, begitu pikiran awal penulis. Setelah ditanya-tanya selayaknya wawancara kerja, penulis diberi informasi bahwa untuk menempati posisi yang ditawarkan (posisi staff kantoran) penulis harus membayar uang berjumlah (kalau tidak salah) Rp 240.000. Sampai di sini penulis membatalkan lamaran kerja itu.

Setelah usut-usut ke para senior, ternyata nantinya jika sudah membayar biaya tersebut dan diterima bekerja, posisi penempatannya bukanlah sebagai staff kantor seperti yang di janjikan melainkan sales elektronik di jalan, POM bensin dan tempat-tempat lain yang telah ditentukan.

Kini perusahaan itu membuka cabang di Jember dan membuka lowongan untuk para pencari lowongan kerja Banyuwangi. Itulah yang mendorong penulis menuliskan artikel ini. Untuk kewaspadaan dan keselamatan bersama.


Penulis kira mereka juga mengambil untung dari nomor-nomor HP dan data diri yang telah kita berikan kepada mereka via sms sebelumnya. Nomor dan data-data seperti itu untuk keperluan promosi seperti halnya sms-sms iklan yang kadang-kadang kita terima di hp kita. Tentu data diri dan nomor-nomor itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan yang lainnya juga.

Dari sana dapat kita simpulkan ciri-ciri penipuan lowongan kerja, sbb :
1. Menawarkan posisi yang muluk-muluk.
2. Menawarkan penghasilan/gaji yang melebihi tanggung jawab yang ditugaskan.
3. Membayarkan sejumlah uang untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Mungkin ada yang menambahkan?

Masih banyak penipuan-penipuan lowongan pekerjaan yang mungkin bisa terjadi. Resiko lebih besar mengancam calon tenaga kerja perempuan daripada laki-laki. Belum lagi modus sudara dekat yang membawa keponakannya ke kota untuk dicarikan lowongan pekerjaan namun ternyata diperkosa dan dijual. Ini semua harus kita waspadai untuk keselamatan dan keamanan diri kita sendiri dan orang-orang yang kita sayangi. Selalu waspada dan berhati-hati. Jangan lengah karena tawaran yang menggiurkan karena disitu justru pertanda resiko bahaya semakin besar. Jangan percaya sepenuhnya hingga menyerahkan segalanya pada saudara atau orang-orang terdekat, kepada mereka justru kewaspadaan kita melemah.

Demikian artikel kali ini. Silahkan berkomentar untuk menambahkan.


Regards.

2 comments:

Setelah membaca artikel di atas, pasti ada komentar yang ingin kamu sampaikan. Silahkan post komentar kamu. Saya tunggu..

©2012 [B3] Blog-Bisnis-Banyuwangi | Harap baca Hak akses | powered by Blogger | Template designed by Stramaxon